Konsultasi SEO untuk Lembaga Non Profit oleh Konsultan SEO

Ceritanya tadi pagi sekira jam 9 pagi, setelah mau sejenak istirahat dari "ternak-teri" tetiba pintu gerbang rumah dibuka....padahal maunya sih saya sekedar rerebahan sebentar di kamar..

Akhirnya saya singkap tirai jendela.... eh ternyata suaminya teman sma dulu.. setelah saya persilahkan masuk dan berbasa-basi..sebentar saya bertanya tentang kesibukannya sekarang.

Saya tanyakan ..karena saya penasaran, pasalnya dia datang dengan seragam lembaga amil zakat milik ormas islam tertua di indonesia..

"Ya pak, sejak juni lalu, saya resign dari tempat saya kerja (salah satu anak perusahaan BUMN yang ngurusi listrik), karena sudah gak nyaman lagi dengan suasana kerjanya.. bla..bla.... bla... ,"

Intinya banyak temennya yang iri gegara dia dulu masuknya karena ada petinggi perusahaan yang saat itu menjabat dan karena sudah tidak menjabat lagi (pensiun kalau gak salah dengar), sekarang dia jadi "pantauan" beberapa orang, yang dengan sedikit kesalahan saja dia sudah mendapat teguran.... 

Dan selepas dari perusahaan lamanya, karena dia aktif di cabang ormas islam tadi, beberapa pimpinan daerah ormas itu memintanya "membantu" mengembangkan lemabaga zakat milik ormas yang baru dibuka di malang.

Karena masih baru - meski ormas tersebut punya jejaring luas, mulai universitas, rumah sakit, sekolah dan panti asuhan, dan banyak anggotanya yang jadi pengusaha dan profesional yang secara penghasilan berpotensi jadi donatur, tetapi masih berusaha mencari "program unggulan" yang bisa menarik semua potensi tadi untuk bisa mendukung lembaga zakat tersebut.

Dan yang menarik lagi, pengelola lembaga zakat tersebut ingin uang zakat, infaq dll yang diberikan donatur sepenuhnya digunakan untuk membiayai program dan kegiatan..sementara untuk gaji pengelola diambilkan dari unit bisnis yang akan "sedang dicari idennya".

Saya sangat tertarik dengan konsep ini, karena saya banyak melihat lembaga-lembaga zakat lokal kurang "kreatif" dalam mengelola program dan dalam melakukan " fund raising" - paling paling kegiatannya seputar itu-itu aja... dan yang memprihatinkan lagi ternyata gaji pengelola cukup besar post-nya dari jumlah donasi yang masuk.. menurut saya ini "kurang sehat" - karena lembaga seperti ini layaknya pemda-pemda yang PAD-nya sedikit (karena kurang kreatifnya pemimpinnya dalam menggali PAD) sehingga beban anggaran 70 persen lebih untuk gaji pegawainya..

Nah, setelah bincang-bincang dan "curah gagasan" (brain storming) saya pinjam laptop yang dia bawa..dan saya coba buka google... dan mengetikkan kata kunci hasil curah gagasan tadi dan...

...tara......

Saya benar-benar tercengang dengan banyaknya orang yang bisa "ditangkap" dengan program yang kami bincangkan.. dan ajaibnya lagi... beberapa turuan kata kunci dari program tadi bisa dijadikan unit bisnis untuk lembaga zakat tadi...

Saya jadi bersemangat sekali dan sudah membayangkan jika itu disinergilkan dengan potensi-potensi yang saya sebutkan di atas tadi, bukan saja program lembaga tersebut yang bisa jalan, tetapi bisa melibatkan banyak mahasiswa, cabang-cabang organisasi yang ada di setiap kecamatan dan bahkan bisa juga menjadi sarana untuk mengentaskan pengangguran - minimal di kalangan anggota dan jamaah dari ormas tersebut --

Otak saya, langsung penuh dengan mind map yang merupakan turunan dari hasil riset kecil-kecilan tadi... dan saya sangat optimis jika mau kerja keras pasti itu bisa dijadikan "pilot project" bagi cabang di kota-kota lainnya... karena berdasarkan riset singkat tadi, tak hanya di kota malang program tersebut bisa dijalankan..

Yang jadi pertanyaan adalah, apakah ide tersebut akan disetujui oleh pihak manajemen dari lembaga tersebut?

Nah, itu sebuah tantangan besar, karena saya tahu mungkin hanya sedikit (bahkan belum terpikirkan) sebuah lembaga zakat meng-create program-programnya berdasarkan riset kata kunci di google...

Namun bagi saya pribadi bukan masalah yang besar , apakah ide tadi nantinya ditolak, karena justru saya berterima kasih kepada teman saya yang dengan kedatangannya saya jadi "sadar" potensi data google yang belum banyak dimanfaatkan oleh lembaga-lembaga nirlaba... dan bisa saja itu dilakukan secara individu (bukan lembaga) meski tentu saja akan sangat banyak keterbatasan...

Begitulah cerita yang sangat membuat akhir pekan saya kali ini begitu menyenangkan..

Bagaimana menurut anda?

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard. Google

0 comments: